• Home
  • About
  • Contact
  • Sitemap
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Advertise
2016 Gratis Untuk Semua
  • Home
  • SOFTWARE
  • Category 2
  • Category 3
  • Category 4
  • Category 5
  • Dropdown Menu ▼
    • Menu 1
    • Menu 2
    • Menu 3
  • Other
Home → Catatan Personal → Tentang Piala AFF - Surat Inspiratif dari Novelis Untuk Firman Utina Cs

Tentang Piala AFF - Surat Inspiratif dari Novelis Untuk Firman Utina Cs

r00t
Catatan Personal
Selasa, 28 Desember 2010
Tadi pas lagi browsing, ane ngga sengaja masuk ke detik.com gan, dan ane nemuin artikel mantaf banget, ini tentang seorang novelis yang ber pesan kepada Firman Utina Cs dalam menanggapai Arti sepak Bola bagi Tim Nas INDONESIA.

Berikut Kutipan yang saya ambil dari Detik.com

Sebuah blog yang ditulis seorang novelis, ES Ito, menyebar cepat di dunia maya. Judulnya 'Surat Untuk Firman' yang dinilai publik sangat inspiratif. Ito berpesan pada Firman Utina cs, bahwa esensi sepak bola adalah berbagi kegembiraan dengan seluruh rakyat. Tidak ada urusan menang kalah.

"Ini sebenarnya adalah ide di setiap otak orang Indonesia, bahwa sepak bola itu adalah kegembiraan," kata ES Ito dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (28/12/2010).

Ito menyesalkan betapa politisasi timnas telah merenggut kegembiraan dalam bermain bola. Politisasi telah mengerdilkan sepak bola menjadi urusan menang kalah, harga diri bangsa dan lain-lain. Padahal, timnas mengawali aksi gemilang di Piala AFF karena mereka saling berbagi kegembiraan dengan rakyat Indonesia.

"Yang murni mendukung timnas kita, akan sepakat sepakbola itu fun. Lihat lho ini anak-anak muda bermain, mereka punya cara merayakan kegembiraan. Nggak ada urusan menang kalah," ujar penulis novel 'Negara Kelima' dan 'Rahasia Meede' ini.

Ito berharap suratnya bisa dibaca Timnas, agar mereka tidak usah memikirkan Piala AFF. Ito hanya ingin mereka bermain dengan gembira di Senayan, seperti anak-anak yang bermain bola. Lantas kegembiraan itu dibagi bersama-sama dengan semua rakyat Indonesia. Jangan biarkan kepentingan politik tertentu merenggut kegembiraan rakyat.

"Saya senang jika banyak yang menilai ini inspiratif. Blog saya www.etonesia.com sekarang tidak bisa diakses hahaha," pungkasnya.

Berikut adalah 'Surat untuk Firman':

Surat Untuk Firman

Kawan, kita sebaya. Hanya bulan yang membedakan usia. Kita tumbuh di tengah sebuah generasi dimana tawa bersama itu sangat langka. Kaki kita menapaki jalan panjang dengan langkah payah menyeret sejuta beban yang seringkali bukan urusan kita. Kita disibukkan dengan beragam masalah yang sialnya juga bukan urusan kita. Kita adalah anak-anak muda yang dipaksa tua oleh televisi yang tiada henti mengabarkan kebencian. Sementara adik-adik kita tidak tumbuh sebagaimana mestinya, narkoba politik uang membunuh nurani mereka. Orang tua, pendahulu kita dan mereka yang memegang tampuk kekuasaan adalah generasi gagal. Suatu generasi yang hidup dalam bayang-bayang rencana yang mereka khianati sendiri. Kawan, akankah kita berhenti lantas mengorbankan diri kita untuk menjadi seperti mereka?

Di negeri permai ini, cinta hanyalah kata-kata sementara benci menjadi kenyataan. Kita tidak pernah mencintai apapun yang kita lakukan, kita hanya ingin mendapatkan hasilnya dengan cepat. Kita tidak mensyukuri berkah yang kita dapatkan, kita hanya ingin menghabiskannya. Kita enggan berbagi kebahagiaan, sebab kemalangan orang lain adalah sumber utama kebahagiaan kita. Kawan, inilah kenyataan memilukan yang kita hadapi, karena kita hidup tanpa cinta maka bahagia bersama menjadi langka. Bayangkan adik-adik kita, lupakan mereka yang tua, bagaimana mereka bisa tumbuh dalam keadaan demikian. Kawan, cinta adalah persoalan kegemaran. Cinta juga masalah prinsip. Bila kau mencintai sesuatu maka kau tidak akan peduli dengan yang lainnya. Tidak kepada poster dan umbul-umbul, tidak kepada para kriminal yang suka mencuci muka apalagi kepada kuli kamera yang menimbulkan kolera. Cinta adalah kesungguhan yang tidak dibatasi oleh menang dan kalah.

Hari-hari belakangan ini keadaan tampak semakin tidak menentu. Keramaian puluhan ribu orang antre tidak mendapatkan tiket. Jutaan orang lantang bersuara demi sepakbola. Segelintir elit menyiapkan rencana jahat untuk menghancurkan kegembiraan rakyat. Kakimu, kawan, telah memberi makna solidaritas. Gocekanmu kawan, telah mengundang tarian massal tanpa saweran. Terobosanmu, kawan, menghidupkan harapan kepada adik-adik kita bahwa masa depan itu masih ada. Tendanganmu kawan, membuat orang-orang percaya bahwa kata "bisa" belum punah dari kehidupan kita. Tetapi inilah buruknya hidup di tengah bangsa yang frustasi, semua beban diletakkan ke pundakmu. Seragammu hendak digunakan untuk mencuci dosa politik. Kegembiraanmu hendak dipunahkan oleh iming-iming bonus dan hadiah. Di Bukit Jalil kemarin, ada yang mengatakan kau terkapar, tetapi aku percaya kau tengah belajar. Di Senayan esok, mereka bilang kau akan membalas, tetapi aku berharap kau cukup bermain dengan gembira.

Firman Utina, kapten tim nasional sepak bola Indonesia, bermain bola lah dan tidak usah memikirkan apa-apa lagi. Sepak bola tidak ada urusannya dengan garuda di dadamu, sebab simbol hanya akan menggerus kegembiraan. Sepak bola tidak urusannya dengan harga diri bangsa, sebab harga diri tumbuh dari sikap dan bukan harapan. Di lapangan kau tidak mewakili siapa-siapa, kau memperjuangkan kegembiraanmu sendiri. Di pinggir lapangan, kau tidak perlu menoleh siapa-siapa, kecuali Tuan Riedl yang percaya sepak bola bukan dagangan para pecundang. Berlarilah Firman, Okto, Ridwan dan Arif, seolah-olah kalian adalah kanak-kanak yang tidak mengerti urusan orang dewasa. Berjibakulah Maman, Hamzah, Zulkifli dan Nasuha seolah-olah kalian mempertahankan kegembiraan yang hendak direnggut lawan. Tenanglah Markus, gawang bukan semata-mata persoalan kebobolan tetapi masalah kegembiraan membuyarkan impian lawan. Gonzales dan Irvan, bersikaplah layaknya orang asing yang memberikan contoh kepada bangsa yang miskin teladan.

Kawan, aku berbicara tidak mewakili siapa-siapa. Ini hanyalah surat dari seorang pengolah kata kepada seorang penggocek bola. Sejujurnya, kami tidak mengharapkan Piala darimu. Kami hanya menginginkan kegembiraan bersama dimana tawa seorang tukang becak sama bahagianya dengan tawa seorang pemimpin Negara. Tidak, kami tidak butuh piala, bermainlah dengan gembira sebagaimana biasanya. Biarkan bola mengalir, menarilah kawan, urusan gol seringkali masalah keberuntungan. Esok di Senayan, kabarkan kepada seluruh bangsa bahwa kebahagiaan bukan urusan menang dan kalah. Tetapi kebahagiaan bersumber pada cinta dan solidaritas. Berjuanglah layaknya seorang laki-laki, kawan. Adik-adik kita akan menjadikan kalian teladan!
(fay/asy)Sumber : Detik.com
ADS HERE !!!

2 komentar

avatar
Reply
Cafe Trader delete Kamis, 30 Desember 2010 pukul 00.11.00 WIB

pokokmen web luar biasa.. salut saluuuut saluuuuuut

avatar
Reply
r00t delete Kamis, 30 Desember 2010 pukul 01.04.00 WIB

hehehee,, makasih pak :D

Buat Agan Selain Pengguna Google Account, Silahkan Gunakan NAME/URL. Masukan Nama Agan Di Bagian NAME Dan Alamat Website Di Bagian URL

Tolong Masukan Alamat Web/Blog Nyata (BUKAN NGARANG) Jika Agan Bingung, Silahkan Masukan www.google.com atau yang lain nya. Terimakasih

(MAAF PERTANYAAN MENGGUNAKAN ANONIM TIDAK AKAN ANE JAWAB)

Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Popular Posts

  • TuneUp Utilities 2010 9.0.4500.29 With Crack
    Ketika suatu komputer sering di gunakan, tapi tak pernah di service. Dalam hal ini bukan sevice membongkar CPU , tapi servise bagian komp...
  • Webcam Max 7.2.3.6 Pro Aplikasi Webcam Keren
    Webcam Max 7.2.0.8  Pro Adalah aplikasi keren nih gan. Buat para juragan yang sering chating pasti udah pada tau nih aplikasi^_^. Yups den...
  • Update KEY KIS/KAV All Version (Selalu Update)
    UPDATE KEY KIS/KAV ALL VERSION 25 FEBRUARI 2011 Ini adalah Page khusus Untuk Update Key KIS/KAV All Version , Wah Apa itu KIS ? dan Apa itu ...

Cari disini gan!

Labels

Asus Catatan Personal chaet Pointblank Crack Download Software Pilihan Gratisan Info IT Info Terkini Movie Musik Tips Dan Trick Tips Komputer Update KIS dan KAV Zenfone 2

Juragan & Juraganwati

Statistic

Copyright © 2015 2016 Gratis Untuk Semua. All rights reserved. My Notes Template. Simple Default Template edited by RT Media ™. Powered by Login